Subhanallah, 2 hari ini bener-bener menguras otak. mulai dari desain sampai pemikiran yang ada dalam proposal gw ngerjain sendiri. pukul 23.00 adalah saya pulang dari pertemuan pembahasan proposal, ngerjain seharian bener sia-sia karena banyak yang harus direvisi. tambah lagi alat komunikasi yang biasanya selalu ada lenyap entah kemana.
Ok, kembali ke judul pembahasan kita adalah Teori Bahasa dan Otomata. Materi ini saya dapet di semester 7 pada SMTIK IKMI Cirebon, saya bener2 gk ngerti apa itu Teori bahasa dan otomata apalagi sang dosen menerangkan materi seperti membacakan dongeng...zzzzzzZZZzzzz -_- liat aja materinya kaia d gambar dibawah ini.
dengan keadaan begini mau gk mau saya harus mempelajari sendiri apa itu teori bahasa otomata. dan setelah tanya mbah gugel dan liat kutipan dari mas Wikipedia katanya begini:
Teori Otomata adalah teori mengenai mesin-mesin abstrak, dan berkaitan erat dengan teori bahasa formal.
ada beberapa hal yang berkaitan dengan Otomata, yaitu Grammar. Grammar
adalah bentuk abstrak yang dapat diterima (accept) untuk membangkitkan
suatu kalimat otomata berdasarkan suatu aturan tertentu.
intinya Teori Bahasa dan otomata yang saya pahami adalah menguraikan anggota yang termasuk dalam himpunan yang disebutkan misalnya
huruf kecil : a, b, c,...
simbol tanda baca: (, ), dan ;
Otomata (Automata)
- Otomata adalah mesin abstrak yang dapat mengenali (recognize), menerima (accept), atau membangkitkan (generate) sebuah kalimat dalam bahasa tertentu.
Beberapa Pengertian Dasar :
Simbol adalah sebuah entitas
abstrak (seperti halnya pengertian titik dalam
geometri). Sebuah huruf atau sebuah angka adalah contoh simbol.
String adalah deretan terbatas
(finite) simbol-simbol. Sebagai
contoh, jika a, b, dan c adalah tiga buah
simbol maka abcb adalah sebuah string
yang dibangun dari ketiga simbol tersebut.
Jika w adalah sebuah string maka panjang string dinyatakan sebagai ïwï dan didefinisikan sebagai cacahan (banyaknya) simbol yang menyusun
string tersebut. Sebagai contoh, jika w =
abcb maka ïwï= 4.
String
hampa adalah sebuah string dengan nol buah simbol. String hampa dinyatakan
dengan simbol e (atau ^)
sehingga ïeï= 0. String
hampa dapat dipandang sebagai simbol hampa karena keduanya tersusun dari nol
buah simbol.
Alfabet
adalah hinpunan hingga (finite set)
simbol-simbol
Operasi Dasar String
Diberikan dua
string : x = abc, dan y = 123
Prefik string w adalah string yang dihasilkan dari string
w dengan menghilangkan nol atau lebih simbol-simbol paling
belakang dari string w tersebut. Contoh : abc, ab, a, dan e adalah semua Prefix(x)
ProperPrefix
string w adalah string yang
dihasilkan dari string w dengan
menghilangkan satu atau
lebih simbol-simbol
paling belakang dari string w
tersebut.
Contoh : ab, a, dan e adalah semua ProperPrefix(x)
Postfix
(atau Sufix) string w adalah string
yang dihasilkan dari string w dengan
menghilangkan nol
atau lebih
simbol-simbol paling depan dari string w
tersebut.
Contoh : abc, bc, c, dan e adalah semua Postfix(x)
ProperPostfix
(atau PoperSufix) string w adalah
string yang dihasilkan dari string w
dengan
menghilangkan satu atau lebih
simbol-simbol paling depan dari string w
tersebut.
Contoh : bc, c, dan e adalah semua ProperPostfix(x)
Head string w adalah simbol paling depan dari string
w.Contoh : a adalah Head(x)
Tail string w adalah string yang dihasilkan dari
string w dengan menghilangkan simbol
paling depan
dari string w tersebut.
Contoh : bc adalah Tail(x)
Substring string w adalah string yang dihasilkan dari
string w dengan menghilangkan nol atau lebih
simbol-simbol paling
depan dan/atau simbol-simbol paling belakang dari string w tersebut.
Contoh : abc, ab, bc,
a, b, c, dan e adalah semua Substring(x)
ProperSubstring string w adalah string yang dihasilkan dari
string w dengan menghilangkan satu atau
lebih simbol-simbol paling
depan dan/atau simbol-simbol paling belakang dari string w tersebut.
Contoh : ab, bc, a,
b,
c, dan e adalah semua Substring(x)
Subsequence string w adalah string yang dihasilkan dari
string w dengan menghilangkan nol atau
lebih simbol-simbol dari string
w tersebut.
Contoh : abc, ab, bc,
ac, a, b, c, dan e adalah
semua Subsequence(x)
ProperSubsequence string w adalah string yang dihasilkan dari
string w dengan menghilangkan satu
atau lebih simbol-simbol dari
string w tersebut.
Contoh : ab, bc, ac,
a, b, c, dan e adalah semua Subsequence(x)
Concatenation adalah
penyambungan dua buah string. Operator concatenation adalah concate atau
tanpa lambang apapun.
Contoh : concate(xy) = xy = abc123
Alternation
adalah pilihan satu di antara dua buah string. Operator
alternation adalah alternate atau
½.
Contoh : alternate(xy) = x½y = abc atau 123
Kleene Closure : x* = e½x½xx½xxx½… = e½x½x
½x
½…
·
Positive Closure : x
= x½xx½xxx½… = x½x
½x
½…
Beberapa Sifat Operasi
·
Tidak selalu berlaku : x = Prefix(x)Postfix(x)
·
Selalu berlaku : x = Head(x)Tail(x)
·
Tidak selalu berlaku : Prefix(x) = Postfix(x) atau Prefix(x) ¹ Postfix(x)
·
Selalu
berlaku : ProperPrefix(x) ¹ ProperPostfix(x)
·
Selalu berlaku : Head(x) ¹ Tail(x)
·
Setiap Prefix(x), ProperPrefix(x), Postfix(x),
ProperPostfix(x), Head(x), dan Tail(x) adalah Substring(x),
tetapi tidak sebaliknya
·
Setiap Substring(x) adalah Subsequence(x), tetapi tidak sebaliknya
·
Dua sifat aljabar concatenation
:
¨
Operasi concatenation bersifat
asosiatif : x(yz) = (xy)z
¨
Elemen identitas operasi
concatenation adalah e : ex = xe = x
·
Tiga sifat aljabar alternation
:
¨
Operasi alternation bersifat
komutatif : x½y = y½x
¨ Operasi alternation bersifat
asosiatif : x½(y½z) = (x½y)½z
¨
Elemen identitas operasi
alternation adalah dirinya sendiri : x½x = x
·
Sifat distributif concatenation
terhadap alternation : x (y½z) = xy½xz
·
Beberapa kesamaan :
¨
Kesamaan ke-1 : (x*)* = x*
¨ Kesamaan ke-2 : e½x
= x
½e = x*
¨ Kesamaan ke-3 : (x½y)* = e½x½y½xx½yy½xy½yx½… = semua string yang merupakan
concatenation dari nol atau lebih x, y, atau keduanya.
GRAMMAR DAN BAHASA
Konsep Dasar
· Anggota alfabet dinamakan simbol terminal.
· Kalimat adalah deretan hingga simbol-simbol
terminal.
· Bahasa adalah himpunan kalimat-kalimat.
Anggota bahasa bisa tak hingga kalimat.
· Simbol-simbol berikut adalah simbol terminal :
ü huruf kecil, misalnya :
a, b, c, 0, 1, ..
ü simbol operator, misalnya : +, -, dan ´
ü simbol tanda baca, misalnya : (, ), dan
;
ü string yang tercetak tebal, misalnya : if, then, dan else.
· Simbol-simbol berikut adalah simbol non terminal /Variabel :
ü huruf besar, misalnya : A, B, C
ü huruf S sebagai simbol awal
ü string yang tercetak miring, misalnya : expr
· Huruf yunani melambangkan string yang
tersusun atas simbol-simbol terminal atau simbol-simbol non terminal atau
campuran keduanya, misalnya : a, b, dan g.
· Sebuah produksi dilambangkan sebagai a ® b, artinya :
dalam sebuah derivasi dapat dilakukan penggantian simbol a dengan simbol
b.
· Derivasi adalah proses pembentukan sebuah
kalimat atau sentensial. Sebuah derivasi dilambangkan sebagai : a Þ b.
· Sentensial adalah string yang tersusun atas
simbol-simbol terminal atau simbol-simbol non terminal atau campuran keduanya.
· Kalimat adalah string yang tersusun atas
simbol-simbol terminal. Kalimat adalah merupakan sentensial, sebaliknya belum
tentu..
Grammar :
Grammar G didefinisikan sebagai pasangan 4
tuple : V
, V
, S, dan P, dan dituliskan sebagai G(V
, V
, S, P), dimana :
V
: himpunan simbol-simbol
terminal (alfabet) Ã kamus
V
: himpunan
simbol-simbol non terminal
SÃŽV
: simbol awal (atau
simbol start)
P : himpunan produksi
Contoh :
1. G1 : VT = {I, Love, Miss, You}, V
= {S,A,B,C},
P = {S ® ABC, A® I,
B® Love | Miss, C® You}
S Þ ABC
Þ IloveYou
L(G1)={IloveYou,
IMissYou}
2. . G2 : VT = {a}, V
= {S}, P = {S ® aS½a}
S Þ aS
Þ aaS
Þ aaa L(G2) ={an
½ n ≥ 1}
L(G2)={a, aa, aaa, aaaa,…}
Klasifikasi Chomsky
Berdasarkan
komposisi bentuk ruas kiri dan ruas kanan produksinya (a ® b), Noam Chomsky mengklasifikasikan 4 tipe
grammar :
1. Grammar tipe ke-0 : Unrestricted Grammar
(UG)
Ciri : a, b ÃŽ (V
½V
)*, ïaï> 0
2. Grammar tipe ke-1 : Context Sensitive
Grammar (CSG)
Ciri : a, b ÃŽ (V
½V
) *, 0 < ïaï £ ïbï
3. Grammar tipe ke-2 : Context Free Grammar
(CFG)
Ciri : a ÃŽ V
, b ÃŽ (V
½V
)*
4. Grammar tipe ke-3 : Regular Grammar (RG)
Ciri : a ÃŽ V
, b ÃŽ {V
, V
V
} atau a ÃŽ V
, b ÃŽ {V
, V
V
}
Tipe sebuah
grammar (atau bahasa) ditentukan dengan aturan sebagai berikut :
A language is said to be type-i (i = 0, 1, 2, 3) language if it can be specified by a type-i grammar but can’t be specified any type-(i+1) grammar.
Contoh Analisa Penentuan Type Grammar
1. Grammar G
dengan P
= {S ® aB, B ® bB, B ® b}.
Ruas kiri semua produksinya terdiri dari sebuah V
maka G
kemungkinan tipe CFG
atau RG. Selanjutnya karena semua ruas kanannya terdiri dari sebuah V
atau string V
V
maka G
adalah RG(3).
2. Grammar G
dengan P
= {S ® Ba, B ® Bb, B ® b}.
Ruas kiri semua produksinya terdiri dari sebuah V
maka G
kemungkinan tipe CFG
atau RG. Selanjutnya karena semua ruas kanannya terdiri dari sebuah V
atau string V
V
maka G
adalah RG(3).
3. Grammar G
dengan P
= {S ® Ba, B ® bB, B ® b}.
Ruas kiri semua produksinya terdiri dari sebuah V
maka G
kemungkinan tipe CFG
atau RG. Selanjutnya karena ruas kanannya mengandung string V
V
(yaitu bB) dan juga
string V
V
(Ba) maka G
bukan RG, dengan kata
lain G
adalah CFG(2).
4. Grammar G
dengan P
= {S ® aAb, B ® aB}.
Ruas kiri semua
produksinya terdiri dari sebuah V
maka G
kemungkinan tipe CFG
atau RG. Selanjutnya karena ruas kanannya mengandung string yang panjangnya
lebih dari 2 (yaitu aAb) maka G
bukan RG, dengan kata
lain G
adalah CFG.
5. Grammar G
dengan P
= {S ® aA, S ® aB, aAb ® aBCb}.
Ruas kirinya mengandung string yang panjangnya lebih
dari 1 (yaitu aAb) maka G
kemungkinan tipe CSG
atau UG. Selanjutnya karena semua ruas kirinya lebih pendek atau sama dengan
ruas kananya maka G
adalah CSG.
6.
Grammar
G
dengan P
= {aS ® ab, SAc ® bc}.
Ruas kirinya mengandung string yang panjangnya
lebih dari 1 maka G
kemungkinan tipe CSG
atau UG. Selanjutnya karena terdapat ruas kirinya yang lebih panjang daripada
ruas kananya (yaitu SAc) maka G
adalah UG.
Contoh Soal :
Berikan notasi set/himpunan bagi soal-soal di bawah:
1.Set yang terdiri dari 42 buah bilangan natural (bilangan bulat positif)
2.Set yang terdiri dari 2 pasang (2-tuples) bilangan natural dengan syarat nilai elemen pertama merupakan dua kali dari elemen kedua pada tuples.
3.Set yang terdiri dari 3 pasang (3-tuples) bilangan integer (bilangan bulat) dengan syarat nilai elemen ketiga adalah hasil penjumlahan nilai elemen kesatu dan kedua.
Jawaban
1. bilangan natural : sigma {1,2,3,4,...,42}
2. bilangan natural pangkat 2 :{x:x E sigma* is bilangan natural pangkat 2}
{1,2,4,8,16,32,64,128,256,512,1024,...}
3. bilangan integer : {x:x E sigma* is bilangan integer}
(1,2,3,4,5,...}
Contoh Soal :
Berikan notasi set/himpunan bagi soal-soal di bawah:
1.Set yang terdiri dari 42 buah bilangan natural (bilangan bulat positif)
2.Set yang terdiri dari 2 pasang (2-tuples) bilangan natural dengan syarat nilai elemen pertama merupakan dua kali dari elemen kedua pada tuples.
3.Set yang terdiri dari 3 pasang (3-tuples) bilangan integer (bilangan bulat) dengan syarat nilai elemen ketiga adalah hasil penjumlahan nilai elemen kesatu dan kedua.
Jawaban
1. bilangan natural : sigma {1,2,3,4,...,42}
2. bilangan natural pangkat 2 :{x:x E sigma* is bilangan natural pangkat 2}
{1,2,4,8,16,32,64,128,256,512,1024,...}
3. bilangan integer : {x:x E sigma* is bilangan integer}
(1,2,3,4,5,...}


2 komentar
Klik disini untuk komentarjadi jawaban soalnya mana? :D
Replybisa diliat plg bawah postingan. ini tidak menjamin benar. cuma yang saya tangkap materinya seperti ini
ReplyKonversiConversion EmoticonEmoticon